Soft Skill Apa Yang Diperlukan Untuk Menjadi Sukses di Era Digital, Ini Jawaban Ahli

Ikut seminar Faber Castell tanggal 25 September lalu, bikin aku mewek, karena aku sudah melakukan kesalahan sama anak ke-2 ku. Karena sibuk, dari dia bayi aku udah mulai kasih nonton youtube nih :(. Jadi aku harus bebenah sedikit demi sedikit karena berasa banget bedanya sama anak pertamaku yang sama sekali gak kukasih gadget sampe umurnya 2 tahun lebih. Temen2 bisa baca tulisan di bawah ini deh untuk nambah pengetahuan parenting kita dan bebenah kalo ada kesalahan2 mendampingi anak selama ini.

Selain materi yang disampaikan oleh psikolog, para peserta juga punya kesempatan untuk merakit bareng produk yang didapat, Glow in The Dark Clock. Dan aku cuma nontonin aja, karena paketku sudah dibikin sama Humaidah lebih dulu, pas paketnya dateng. Bukannya gak sabar, tapi karena emang anakku udah jijingkrakan dapet produk yang udah lama jadi incarannya! Bisa dilihat di sini ya! dan di IG ku juga @anakjempolan

Press Release

Graphical user interface, text, website

Description automatically generated

Pandemik yang telah berlangsung satu tahun lebih ternyata tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, namun juga anak. 

Tanpa disadari bahwa anak merupakan korban tersembunyi dari dampak pandemik, hal itu menjadi diungkap oleh Yohana Theresia, M.Psi., Psikolog dari Yayasan Heart of People.id dalam webinar parenting yang diadakan oleh Faber-Castell yang bertemakan “Soft Skill Apa yang Dibutuhkan di Era Digital” pada Sabtu 25 September 2021.

Di banyak kasus yang ditemui, dan berdasarkan hasil penelitian yang di Soetikno, Agustina, Verauli, dan Tirta (2020) ditengarai adanya peningkatan permasalahan perilaku dan masalah akibat paparan stress di kala pandemik saat ini.

Beberapa masalah yang timbul antara lain menarik diri dari keramaian (withdrawal), gangguan somatik atau somatic symptom disorder (munculnya gejala dari tubuh akibat kecemasan yang berlebihan), agresi, depresi maupun masalah perilaku lainnya.


A picture containing text, indoor

Description automatically generated

Kondisi ini tidak lebih dikarenakan beberapa faktor pencetus, seperti ruang bergerak yang terbatas, pendidikan berkualitas yang belum merata, orang tua yang sibuk, serta kondisi psikologi yang tidak stabill.

Maka timbul cara instan yang banyak diambil orang tua untuk mengatasi hal tersebut dengan memberikan gawai kepada anak, padahal pemberian gawai bukannya tanpa dampak.

Pemberian gawai seperti dua mata uang, selain positif dari gawai seperti memberikan kemudahan, informasi dan hiburan namun gawai juga memiliki efek negatif, khususnya jika tanpa dibatasi waktu penggunaannya, ungkap Yohana. 

Beberapa efek negatif dari gawai menurut Yohana berdasarkan riset yang dilakukan oleh  Straker, Leon M. & Howie, Erin K. (2016) dan Dr. John Hutton (2020), yakni : gangguan kesehatan fisik, terlambat bicara, masalah atensi dan konsentrasi, masalah pada executive function serta masalah perilaku.

Untuk itu, Yohana menyarankan kepada orang tua untuk cerdas memiliki bentuk permainan yang cocok bagi anak yang dibagi berdasarkan umur dan kebutuhannya. Permainan yang tepat juga sangat berguna untuk mendorong kreativitas bagi anak, dimana kreativitas sangatlah berguna bagi salah satu modal kesuksesan seseorang dimana depan.

Salah satu bentuk permainan yang disarankan oleh Yohana adalah dalam bentuk explorasi permainan yang berbasis seni, seperti produk terbaru dari Faber-Castell, yakni Creative Art Series 2.

Produk Creative Art Series ini merupakan produk yang sangat memperhatikan kebutuhan anak khususnya di usia Sekolah Dasar dan PAUD, dimana didalamnya terdapat mewarnai, membuat prakarya/craft, yang memadukan unsur pengembangan atas motorik kasar, sensorik, pengenalan warna, melatih konsentrasi, dan tentunya kreativitas, tutup Yohana.

Sementara itu, Product Spv Faber-Castell International Indonesia, Harsyal Rosidi mengatakan bahwa Produk Creative Art Series ke-2 merupakan kelanjutan produk Creative Art Series yang pertama kali diluncurkan pada tahun lalu, produk ini diharapkan mengulangi kesuksesan dari edisi pertama.

Produk ini dikembangkan sesuai dengan melihat kondisi yang terjadi pada saat ini, dimana pandemik menyebabkan anak mengalami kebosanan, serta dengan produk ini diharapkan akan memberikan kesempatan bagi orang tua dan anak untuk bisa meluangkan waktu bersama.

Adapun Creative Art Series II terdiri atas 4 produk, yakni Basketball Arcade, Glow in the Dark Clock, Colour Your Own Drawstring Bag, Finger Printing Art Set yang melengkapi edisi selumnya Stone Deco Art, Origami Fashion Design, Colour Your Own Tote Bag, Air Jet Sport Car, Make Your Own Kite dan 3D Frame Art. 

Hasyal juga mengatakan bahwa didalam setiap kemasan Creative Art Series Faber-Castell juga disertai voucher untuk bisa mengikuti workshop yang diadakan secara daring oleh Faber-Castell.

Saat ini Creative Art Series Faber-Castell tersedia secara eksklusif melalui official e-commerce Faber-Castell yang ada di Tokopedia dan juga Shopee. Berikut Linknya ya…

Official Website

Tokopedia Faber-Castell

DIY: Kartu Lebaran

Assalamu’alaikum

Kita bikin kartu lebaran sendiri yuk! Caranya bisa lihat di video YouTube ini dan gambarnya bisa kamu download di sini, gratis dengan izin ke vivi.jamal@gmail.com ya…

Jangan lupa subscribe dan follow Instagram @anakjempolan dan @humartjourney. Terimakasih!

Punya Adik di Usia 9 Tahun?

Pertanyaan orang lain tentang kehidupan yang kita jalani memang gak ada habisnya. Sama seperti saya, pertanyaan tentang kapan Humaidah punya adik lagi saya dapat setiap kali bertemu beberapa orang. Kalau ditanya sih, ya sebenarnya saya sudah pengen banget punya bayi lagi. Pengen Humaidah punya adik. Punya temen main dan berbagi hingga dewasa nanti. Sebaliknya, kalau Humaidah yang ditanya, dia gak mau punya adik dan sering kali diiringi dengan tangisan. Dia lihat saya mandangin foto atau video nya sendiri waktu bayi aja cemburunya luar biasa, tidak suka. Malam harinya dia suka mengigau lho! Apalagi kalau saya habis ketemu sama sepupunya yg lebih kecil dari dia. Phuuff…

Nah lho, terus gimana nih kalau ternyata saya hamil lagi?

Continue reading

Kehamilan Anak ke 2 Berjarak 9 Tahun

Assalamu’alaikum

@anakjempolan
Si Kakak yang selalu usap perut Umi

Alhamdulillah akhirnya kesampean juga buka blog dan pengen banget mulai menulis. Aku mau cerita tentang kehamilan keduaku. Si kakak udah 9 tahun. Kupikir udah lebih gampang nerimanya. Tapi, justru karena dia terlalu lama biasa sendiri jadi anak semata wayang, maka benih2 cemburu mulai berkembang. Puncaknya adalah di minggu (sekitar) 11-12. Si kakak sakit batuk pilek sampai demam tinggi hampir 40. Dia gak mau Uminya jauh-jauh. Maunya peluk aja terus. Bawaannya nangis aja. Akhirnya ke dokter sama Abanya (ini juga dibujuknya ampun2an). Dokternya sampe tanya juga kenapa kok dia sedih? Ya, dia takut gak disayang Umi lagi katanya. Alhamdulillah dr. Rastra bisa kasih penjelasan dan nenangin si kakak.

Continue reading

Yuk, Mampir ke YouTube Anak Jempolan!

Assalamu’alaikum teman2…

Yuk, mampir ke Channel YouTube Anak Jempolan!

anakjempolanonyoutube_zps81049e18

Kami membuat Channel ini sebagai sarana untuk belajar, menyalurkan kreativitas & mengisi waktu luang atau liburan. Semoga apa yang kami bagikan di Channel ini bermanfaat untuk teman-teman semua..

Kalau teman2 suka dengan video2nya, jangan lupa untuk bantu like & subscribe yaa… Terima Kasih teman2…

Serunya Mencoba Parents Experience di Kidzania (Anniversary Kidzania ke 11)

Assalamu’alaikum…

Senang sekali kami mendapat undangan bermain di Kidzania hari Sabtu, 24 November kemarin. Bertepatan pada tanggal itu pula Kidzania sedang merayakan hari jadinya yang ke 11. Wah, semoga Kidzania semakin sukses dan maju terus dalam memberikan edukasi untuk anak-anak. Happy birthday Kidzania!

Oh ya, main kemarin itu beneran rasanya makin seru dari sebelum-sebelumnya. Kenapa? Karena, undangan main kali ini, kami bisa mencoba program Parents Experience. Terus gimana serunya sih? Continue reading

Freebies Rukun Islam Anak Jempolan

 

Assalamu’alaikum!

Wah gak terasa ternyata sudah hampir 2 tahun, saya berhenti ngeblog. Kenapa? Alhamdulillah, banyak hal yang kami alami, Alhamdulillah kami lalui baik dengan tawa, bahagia, sampai rasa takut dan air mata. Ya, that’s a life! Yang penting kita manusia yang lemah ini, cuma bisa berserah diri pada Allah Swt dan menjalaninya sekuat hati & tenaga. Duh, curhat! Hehe…

Jadi, sekarang mau apa? Continue reading