Setiap Anak Adalah Bintang

 

wp-1480825071792.jpg

Saya percaya setiap anak yang dilahirkan dari Rahim ibunya, bagaimanapun kondisinya, dia adalah masterpiece karya agung Tuhannya. Sebab Allah SWT tidak pernah membuat produk-produk gagal. Hanya kesabaran orangtualah yang diuji – Munif Chatib

Membaca bab Anak Kita Adalah Bintang dalam buku Orangtuanya Manusia karya Munif Chatib, membuat saya kagum terhadap para orangtua yang hebat dan sabar mendampingi anak-anak mereka, bagaimanapun kondisinya. Mereka mampu menjadikan anak-anak mereka sebagai bintang. Seperti misalnya, Pak Munif sendiri yang putrinya, Salsabila atau dipanggil Bela, mengalami disleksia dan hambatan diskalkulia pada saat masuk SD. Pak Munif dan istri dengan sabar mendampinginya sehingga Bela dapat membaca dengan lancar saat kelas 3 SD dan disleksianya hilang pada saat kelas 6 SD. Pada saat itu pula Bela mulai menunjukkan cerpen hasil tulisannya dan berkata “Baba, Bela pengen jadi penulis”. Sampai akhirnya bakat menulis Bela semakin terlihat ketika puisinya yang berjudul “Matematika” mendapat juara pertama se-Jawa Timur pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Dinas Pendidikan Prov. Jawa Timur tahun 2008. Dan saat ini Bella sudah menulis novel berjudul “Bella, Sekolah Tak Perlu Air Mata”.

Sebagai orangtua, saya dan istri selalu berdoa, semoga putri kami menemukan kondisi terbaik, bakat, dan profesinya yang bermanfaat bagi orang banyak dan agamanya – Munif Chatib

Masih dalam buku Orangtuanya Manusia, Pak Munif menulis, “Anak adalah amanah dari Allah SWT dan kita sudah terpilih menjadi orangtuanya. Tugas kita sebenarnya sederhana, yaitu menerima dengan ikhlas dan mendidiknya dengan berbagai cara. Bak bintang, sampai sinarnya menerangi dunia, atau minimal menjadi pelita untuk sepetak ruang gelap di rumah kita.”

Lalu bagaimana agar anak menjadi bintang? Apa yang harus dilakukan orang tua? Menurut Pak Munif, anak akan menjadi bintang jika orang tua menyalakan tombol “on” bahwa anak kita adalah bintang, begitu pula sebaliknya jika orang tua menyalakan tombol “off” maka anak tak akan menjadi apapun. Selanjutnya kita harus melihat bahwa kemampuan anak kita seluas samudera.

Penjelasan untuk kemampuan anak seluas samudera ini panjang sekali. Singkatnya, sebagai orang tua kita harus mengenali kemampuan anak kita, tidak mempersempit, tidak memberi banyak beban tekanan yang pada akhirnya dapat menghentikan proses belajar di otak anak.

Kita sebagai orang tua perlu mengajak anak untuk mengenali dirinya sendiri, apa yang dia suka dan kemampuan apa yang dimilikinya. Mungkin bisa intip postingan saya  tentang Stimulasi Minat & Bakat Anak dari Buku Ayah Edy.

Seperti tagline dari acara KidZania Talent Show, Bring Out The Best In You. Ya, diperlukan kerjasama orang tua dan anak untuk menyalakan bintang yang ada dalam diri anak. Pada hari Minggu, 27 November 2016 kami menghadiri Grand Final KidZania Talent Show di Main Square KidZania Jakarta, Pacific Place. Ada 3 orang pemenang, yaitu Faiha Raisa P (Solo Dance), Viriya Rici (Solo Dance), dan Livia Lasticia (Solo Vocal).

Saya bertanya kepada ketiga anak berbakat tersebut, bagaimana awalnya mereka mulai berlatih? Jawabannya beragam, Faiha awalnya melihat orang-orang yang menari di sebuah event, lalu ia menyampaikan kepada orang tuanya bahwa ia suka dan ingin belajar menari, orangtuanya pun memfasilitasi dengan memasukkanya ke sanggar tari. Viriya Rici juga begitu, ia mempraktekkan adegan seorang breakdancer di TV, lalu orangtuanya melihat dan mengatakan bahwa itu harus latihan terlebih dahulu agar tidak berbahaya. Kalau Livia lain lagi, orangtuanya yang pertama kali mengajaknya bernyanyi terus dan mengatakan bahwa ia berbakat, karena Livia juga senang maka ia dimasukkan ke sekolah vocal.

Apa yang saya lihat dari mereka? Mereka tidak hanya memiliki talenta tetapi mereka bahagia menjalaninya. Semoga bakat yang mereka miliki dapat bermanfaat untuk kebaikan yah…

junior-crew

KidZania Talent Show adalah sebuah ajang anak berbakat yang dipersembahkan KidZania dan Teh Pucuk Harum. Para pemenang membawa pulang total hadiah 20 juta rupiah dan bingkisan dari pada sponsor. Sebagai ajang pencarian bakat yang pertama kali digelar KidZania Jakarta, KidZania Talent Show berhasil menarik perhatian 550 pendaftar. Menurut Uchu Riza, Mentor Minister KidZania Jakarta, tujuan diadakannya KidZania Talent Show ini adalah untuk mengembangkan bakat anak Indonesia di bidang seni sehingga diharapkan anak tidak hanya cerdas secara akademik saja.  Kami ingin mereka tumbuh dengan menjadi anak yang berbakat, percaya diri dan kreatif sehingga bisa menjadi inspirasi bagi orang dewasa juga. Maka dari itu penilaian juara KidZania Talent Show ini juga dari berbagai aspek mulai dari kepercayaan diri, ekspresi wajah & gesture, keterampilan, kreativitas baik ketika tampil individu maupun berkolaborasi dengan finalis lainnya. Selanjutnya ajang ini tidak akan berhenti sampai di sini. Belum tahu apa yang akan diselenggarakan berikutnya, yang pasti KidZania akan mengadakan event-event seru lainnya.

Semoga bermanfaat yaa…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s