Baking Center Bogasari KidZania: Manfaatnya Kini dan Nanti

Pada kunjungan ke KidZania kali ini, establishment pertama yang dikunjungi dan diniatin banget oleh Humaidah adalah Baking Center Bogasari. Kunjungan-kunjungan sebelumnya tidak bisa karena selalu penuh. Mumpung kita datang pagi-pagi sekali dan masih kosong, Alhamdulillah tidak pakai antri bisa masuk. Memasak adalah salah satu kegiatan favorit Humaidah dan dilakukan hamper setiap hari, baik masak beneran bantuin Umi atau bermain masak-masakan sendiri dengan bonekanya.

Menunggu Buka.jpg

Saya sangat mendukung Humaidah untuk belajar masak, malah pengen banget Humaidah bisa jadi Chef Profesional (hehe, ngarep makan enak buatan anak). Pokoknya memasak menjadi hal yang disukainya sehingga tidak akan merasa lelah atau malas ketika harus membuat makanan untuk keluarga atau dirinya sendiri.

Keterampilan menyiapkan makanan merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting untuk diajarkan sejak usia dini baik untuk anak perempuan ataupun anak laki-laki. (Pakar Pendidikan, Maria Montessori)

20161028_093254.jpgMenurut psikolog anak dari Layanan Psikologi Bileva Jakarta, Nabilah Shahab, M. Psi, Psi, memasak merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh semua orang. Semakin awal anak dikenalkan dengan kegiatan memasak, diharapkan minatnya terhadap kegaiatan tersebut akan berkembang dan akan lebih cepat menguasai keterampilan tersebut.

Emang sih ya, kadang kita suka males deh kalau lagi repot di dapur, terus anak ikut “gerecokin”. Atau kayak sekarang ini ketika saya menulis blog, Humaidah lagi asik bikin kue sama Abanya. Kebayang kayak gimana berantakannya di dapur nanti. Haha… Curhat. Tapi, ternyata banyak sekali manfaat dari mengajak anak atau memperkenalkan kegiatan memasak pada anak lho.

 

Masih menurut Nabilah, hal yang perlu diingat adalah orang tua harus memperhatikan faktor keamanan saat mengajak anak memasak. Misalnya, jauhkan balita dari barang-barang berbahaya seperti pisau, api, atau beling. Selain itu, orang tua juga harus siap jika proses masak akan menjadi lebih lama dan lebih berantakan karena balita tentu sangat suka bereksplorasi. Jaga emosi, dan jangan terlalu banyak melarang.

 

Lalu, umur berapa sih yang tepat untuk mulai mengajak anak memasak bersama? Tidak ada patokan usia berapa sebaiknya anak mulai diajak memasak. Jika anak sudah menunjukkan ketertarikannya maka itulah saat yang tepat bagi orang tua untuk mengajak anak terlibat dalam masak memasak. Orang tua baru boleh memperkenalkan pada hal-hal dasar dalam memasak karena perkembangan kemampuan motorik anak usia dini belum sempurna.

20161028_091753.jpg

Setiap tahapan usia tentu memiliki tahap keterlibatan dalam kegiatan masak yang berbeda-beda tingkat kesulitannya. Misalnya, untuk anak usia 3 tahun, kegiatan masak yang bisa dilakukan masih sangat sederhana, seperti menuang air, mengaduk adonan, mengambilkan bahan-bahan sederhana. Semakin bertambah usianya, tentu kemampuan anak akan semakin meningkat sehingga bisa mengerjakan tugas yang lebih sulit dalam kegiatan memasak.

Nabilah menjelaskan tentang manfaat yang dapat diperoleh dari mengajak balita memasak, baik untuk saat ini ataupun di masa mendatang. Berikut adalah sebagian manfaat dari mengajak balita memasak:

  1. Stimulasi sensori. Dengan memasak, indera penciuman, pendengaran, perasa, peraba, dan penglihatan anak dapat terstimulasi. Stimulasi indera-indera merupakan hal yang sangat diperlukan bagi balita agar dapat mencapai perkembangan yang optimal pada tahap perkembangan selanjutnya.
  2. Mengasah kemampuan koordinasi visual motorik anak. Kegiatan dalam memasak, seperti menjumput, menuang, mengaduk, memetik, dll dapat melatih kemampuan koordinasi motorik halus anak. Hal tersebut sangat bermanfaat agar kelak anak lebih siap untuk menggunakan alat tulis.
  3. Meningkatkan kemampuan komunikasi (menyusun kalimat, kosa kata). Dalam kegiatan memasak, anak dapat mengenal istilah-istilah baru seperti nama sayuran, buah, dan bahan-bahan lain, serta kata-kata kerja seperti mengayak, mengaduk, menaburkan, dll.
  4. Memperkenalkan matematika dan science dengan cara yang fun. Saat memasak, secara tidak disadari sebenarnya banyak menggunakan ilmu matematika dan science, seperti mengurutkan tahapan memasak, membandingkan ukuran/jumlah, menimbang atau menakar bahan yang akan digunakan, mengkategorisasikan jenis-jenis makanan dan kandungannya, mengobservasi proses perubahan bentuk bahan makanan yang digunakan, dll.
  5. Melatih kesabaran anak. Saat memasak, anak dilatih untuk bersabar menjalani sebuah proses untuk mendapatkan sesuatu yang dapat dinikmati.
  6. Melatih kemandirian dan kepercayaan diri. Memasak merupakan keterampilan hidup yang sangat penting. Jika anak sejak dini diajak memasak, tentu saja ketika lebih besar ia akan mampu membuat masakan bagi dirinya sendiri. Kemandirian tersebut juga dapat membuat anak merasa percaya diri karena memiliki skill yang bermanfaat, dan tidak perlu tergantung pada orang lain.
  7. Mempererat hubungan yang positif antara anak dan orang tua. Kegiatan memasak merupakan salah satu alternatif kegiatan di rumah yang dapat membangun hubungan yang berkualitas antara anak dan orang tua. Melalui kegiatan tersebut, anak akan terbiasa untuk berkomunikasi secara terbuka dengan orang tua.

Nah, gimana? Menarik banget kan ternyata memasak bagi balita? Kalau tidak mau repot dapur berantakan, sesekali kita bisa ikut sertakan anak di kelas memasak khusus anak-anak, atau bagi yang sekolah pasti ada fun cooking kan ya? Terus bisa juga sesekali bawa anak ke KidZania dan mampir di Establishment Baking Center Bogasari. Ohya, ngomong-ngomong tentang memperkenalkan memasak pada anak, di Bogasari Expo nanti juga ada Kids Boga lho…

Bogasari Expo? Eh, belum diceritain ya, kalau sementara Humaidah bermain ditemani Abanya, saya mengikuti acara Soft Launch Bogasari Expo 2016 di KidZania. KidZania Jakarta dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Divisi Bogasari) akan menggelar Bogasari Expo (Bogex) tanggal 16-18 Desember 2016 di Kartika Expo, Balai Kartini.

Menurut Vice President Commercial Bogasari, Budi Sugianto, Bogex tahun ini akan mengangkat tema Warisan Boga Nusantara. Kenapa? Karena Bogasari ingin melestarikan warisan boga nusantara tersebut sekaligus mengenalkan kepada masyarakat sebagai peluang usaha yang sangat potensial. KidZania dan Bogasari berharap Bogasari Expo sukses diselenggarakan seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat semakin aktif mengikuti kelas pelatihan baking dan semakin banyak melahirkan wirausaha makanan baru. Pada acara ini juga hadir pengusaha kuliner yang sudah berhasil, yaitu dari Bogor Permai dan Markobar.

Ada banyak rangkaian acara yang disiapkan dalam Bogex tahun ini, yaitu Baking Demo, Boga Kids, Boga Kitchen, Boga Food Parade, Boga Entrepreneurship,  Boga Hunt, Food Treasure, Food Tography, dan Food Freak. Ini adalah bentuk dari konsep yang diusung Bogasari Expo yaitu konsep Pameran, Edukasi, dan Rekreasi keluarga

Ada 50 UKM mitra binaan Bogasari yang akan buka stan di acara Bogex nanti. Banyak sekali makanan berbasis  terigu yang menjadi makanan khas suatu daerah atau menjadi oleh-oleh khas daerah tersebut. Seperti Mie Aceh, Mi Gomak atau Mi Lidi dari Sumut, Bolu Meranti dari Medan, Roti Buaya khas Betawi dari Jakarta, Bakpia dari Jogjakarta, BoJateng dan Jatim, Pia, Surabi dari Bandung, Martabak Kubang (Padang), Kue Balok (Bandung) dan lain-lain.

Bogasari juga menyiapkan Boga Class sebagai wadah untuk berdiskusi, menggali dan berbagi informasi seputar potensi kuliner khususnya yang berbasis terigu. Di Boga Class ini masyarakat pengunjung bisa mengikuti pelatihan praktik langsung pembuatan aneka makanan berbasis terigu. Bogasari menyiapkan 6 ruang kelas pelatihan dan 5 sesi pelatihan per kelas setiap harinya. Total ada 90 sesi kelas pelatihan yang disiapkan. Jadi Bogasari tidak hanya mengenalkan produk warisan boga nusantara, tapi juga bagaimana membuat produk tersebut.

Rangkaian acara Soft Launching Bogex 2016 di KidZania. Baking Demo donat, lomba menghias martabak dari Markobar, pembagian Door Prize kepada rekan media yang hadir. 

Adapun kegiatan yang bisa langsung diikuti masyarakat sejak awal atau sebelum Bogasari Expo berlangsung adalah  Boga Hunt, Food Treasure, Food Tography, dan Food Freak.

Boga Hunt adalah rangkaian aktivitas kompetisi untuk mencari tokoh pelestari warisan kuliner khas Indonesia khususnya yang berasal dari olahan terigu khas Bogasari. Tokoh terpilih tersebut dinominasikan karena dinilai telah berhasil melestarikan Warisan Kuliner khas Indonesia dan menjadikannya memiliki nilai tambah dengan kreasinya. Aktivitas Boga Hunt akan dilakukan di 5 kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya dan Jogjakarta. Dengan menggunakan mekanisme pemilihan “voting” di microsite (www.bogasariexpo2016.com), semua peserta mendapatkan kesempatan yang sama dalam kompetisi ini. Peserta terbaik setiap kotanya akan saling bersaing dalam babak final Boga Hunt pada saat pelaksanaan event  Bogasari Expo di Jakarta.

Kedua, Food Treasure, yakni aktivitas untuk menemukan dan mengabadikan kekayaan kuliner  warisan khas Indonesia tersebut. Setiap orang dapat berpartisipasi hanya dengan mengabadikan  gambar kuliner khas Indonesia yang berbasis terigu dan menguploadnya kedalam media sosial (FB, Twitter, IG) dengan #foodtreasure. Gambar terbaik dengan voting terbanyak melalui microsite (www.bogasariexpo2016.com) akan terpilih sebagai pemenang.

Ketiga, Food Tography, adalah kompetisi untuk penyuka fotografi di seluruh Indonesia. Yang menjadi objek wajib bidikan kamera  peserta kompetisi ini adalah tentu saja seputar warisan kuliner khas Indonesia berbasis terigu. Yang menjadi poin penilaian adalah originalitas kuliner, dressing, tata cahaya serta nilai artistik dari objek yang diphoto tersebut. Para pecinta fotografi dapat berpartisipasi dengan cara memuatnya kedalam media sosial (FB, Twitter, IG) dengan #foodtography. Foto terbaik hasil pilihan dewan juri akan mendapatkan hadiah menarik.

Terakhir, Food Freak, yakni dengan  memanfaatkan momentum dalam aktivitas mingguan  Car Free Day, tim FOOD FREAK akan berbaur dan berinteraksi dengan peserta Car Free Day dilokasi yang sudah ditentukan sebelumnya. Dengan mengenakan seragam unik bertemakan kuliner, tim akan berkeliling membagikan pertanyaan seputar kuliner khas warisan Indonesia kepada semua peserta Car Free Day. Peserta yang beruntung menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapatkan Golden Ticket. Golden Tiket dapat ditukarkan dengan tiket masuk gratis, doorprize dan suvernir menarik selama pelaksanaan Bogasari Expo 2016.

Yuk, bagi yang berminat bisa ikutan rangkaian acara di atas. Dan pada hari H-nya kita ramai-ramai ke Balai Kartini, tiket masuknya hanya Rp. 20.000 (sudah termasuk voucher Rp. 10.000 yang bisa ditukar dengan makanan yang ada di sana). Kalau saya tertarik dan ngincer Boga Class dan Kids Boganya juga nih… InsyaAllah hadir ya…

Semoga bermanfaat…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s