Stimulasi Minat & Bakat Anak di TMII

TMII part 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Akhirnya setelah sekian lama ngga ada kesempatan untuk nge-blog, sekarang kesampaian deh… Alhamdulillah. Kali ini, saya mau merangkum cerita serunya jalan-jalan sambil belajar weekend kemarin (Sabtu, 23 Juli) ke TMII Jakarta. Kenapa pilih TMII? Karena di satu tempat itu kita punya banyak pilihan tempat yang dapat dikunjungi sebagai tempat rekreasi sekaligus belajar dan yang terpenting bagi kami adalah sebagai salah satu langkah awal “mengintip” bakat dan minat Humaidah.

Seperti yang saya baca dalam buku Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak, pemetaan potensi unggul anak terdiri dari beberapa langkah. Yang pertama adalah Menyusun Program Stimulasi.

Menurut Ayah Edy, sukses dimulai dengan mengetahui bidang yang paling kita cintai. Jadi, langkah pertama adalah bantulah anak menemukan aktivitas apa saja yang disukainya. Anak usia dini tentu belum bisa mengungkapkan apa minatnya atau mereka belum terpapar cukup informasi untuk menentukan. Oleh karena itu, tugas orang tualah untuk memperkenalkannya.

Stimulasi adalah memperkenalkan anak pada berbagai macam kegiatan dan profesi dan bukan hanya profesi lima besar, seperti dokter, insinyur, pilot, polisi, atau presiden.

Beberapa stimulasi yang dapat dilakukan orang tua antara lain adalah:

  • Membacakan buku mengenai beragam profesi
  • Menemani anak menonton film yang menarik dan memperkenalkan beragam profesi
  • Ajak anak mengunjungi pameran
  • Ajak anak mengunjungi museum
  • Ajak anak menyaksikan beragam pertunjukan
  • Kenalkan anak pada bidang olahraga
  • Mengajak anak ke Kidzania
  • Pernalkan anak pada tokoh-tokoh dunia

Masih menurut Ayah Edy, lakukan stimulasi secara rutin dan terus menerus sampai anak berusia 12 atau 13 tahun. Lebih dini kita memberikan stimulasi kepada anak, tentu lebih baik.

Baiklah, kita lanjut ke cerita kunjungan kami ke TMII yah…. Sejak beberapa hari sebelumnya, Abanya Humaidah sudah meminta kami menentukan apa saja tempat yang akan dikunjungi. Kenapa? Ya, karena sehari gak akan cukup untuk mengelilingi TMII.

Tujuan utama kami adalah ke Petualangan Dinosaurus yang ada di dalam Taman Legenda Keong Emas. Humaidah lagi tertarik sama buku ensiklopedi tentang Dinosaurus dan dia bilang mau jadi paleontolog. Selain itu, kami juga ingin mengunjungi anjungan-anjungan, Istana Anak-anak, Museum Transportasi, Dunia Air Tawar, Dunia Serangga, dan ingin naik perahu bebek juga kereta aeromovel.

Sudah dipilih pun ternyata gak bisa tercapai semuanya, kitanya udah kecapekan, hari makin panas, kepala udah pusing (emaknya). Haha. Lalu apa saja yang akhirnya kita kunjungi?

Kami sampai di TMII jam 8 pagi. Di gerbang utama kami membayar tiket masuk senilai Rp 30.000 (2 orang dewasa @Rp 10.000 dan 1 mobil, Humaidah gak dihitung). Memasuki wilayah TMII kami melihat-lihat anjungan daerah dan museum yang banyaaakk banget dan pengen bangett didatengin semuanya. Bikin bingung mau yang mana dulu…. Eiittss, tapi kami sudah memilih dan harus fokus ke tujuan utama yaitu ke Taman Legenda yang ternyata baru buka jam 9. Jadi, kami mengunjungi Anjungan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY. Kenapa daerah Jawa? Karena Abanya Hum bangga banget punya istri keturunan Jawa. Hehe…

Ih, Indonesia keren bangettt yaa… padahal ini baru mengelilingi miniaturnya aja dan baru beberapa daerah. Humaidah kelihatan happy banget keliling Jawa … Hehehe…

Setelah 30 menit keliling Jawa, kami sarapan bekal di parkiran Taman Legenda. Saya gak cuma bawa bekal untuk Humaidah, tapi juga untuk saya dan suami. Ini bagian dari menjaga kesehatan badan dan kantong, karena tau pasti mahal deh jajanan di tempat wisata begini.

Jam 9.00 kami masuk ke Taman Legenda dengan membeli tiket masuk terlebih dahulu. Sistem tiketnya adalah top up dan ada juga tiket terusan untuk semua wahana. Kalau dihitung-hitung kami bertiga menghabiskan sekitar Rp 255.000 dengan rincian sebagai berikut:

  • Tiket masuk weekend @Rp 25.000 x 3
  • Petualangan Dinosaurus @Rp 30.000 x 3
  • Mobil Tanjak Rp 30.000
  • Andong Rp 30.000
  • Pakan Ikan Rp 5.000
  • Stiker (anaknya minta beli) Rp 10.000
  • Aqua Rp 15.000 (2 botol kecil)

Tiket Masuk taman legenda

Menurutku harga tiketnya lumayan tuh yaa… Tapi karena kita udah disitu dan emang gak cari info dulu sebelumnya, ya sudahlaah… Tapiiii… worth bangettt kokk… Happy sekeluarga 🙂 Ohya kalau mau tau harga tiket di TMII bisa cek disini ya.

Ini gelang yang didalamnya ada chipnya, jadi top up-nya ada disitu, setiap masuk wahana tinggal di-scan deh. Jangan sampai hilang ya 🙂

Awal masuk kita langsung ke Petualangan Dinosaurus. Humaidah sempat ngeri gitu karena kita masuk hutan dan suara pada Dino yang membuat suasana mencekam. Haha. Tapi, untungnya dia tetap mau masuk dan berani (good job Humaidah!). Dia semangat liat-liat si Dino sambil dicocokin sama yang ada di bukunya (Ensiklopedi Pertamaku seri Dinosaurus). Dia tau mana Dino yang baik, Dino yang sedang beradu kepala, Dino leher panjang, T-Rex, dll.

Tapi dia kayaknya agak kecewa karena gak ada tulang belulangnya, ya mungkin karena dia tertarik mau jadi paleontolog. Hihi.  Jadi, next Humaidah perlu dibawa ke museum Geologi Bandung nih (*colek Ami Jamal).

Setelah melewati jalur Petualangan Dino, Humaidah minta naik mobil tanjak. Dipikirnya permainan ini sama kayak permainan mobil yang ada di Taman Safari tempo hari. Ternyata bedaa!! Ada tanjakan dan turunannya. Jadiii… agak menegangkan kayaknya buat Humaidah. Tapi, syukurlah ini jadi pelajaran juga buat Humaidah untuk mengendalikan rasa takutnya.

Hum umi di andong

Setelah itu kami naik Andong bertiga. Walaupun awalnya si anak ogah naik, eeeh akhirnya malah nagih. Selanjutnya, saya dan Humaidah main ayunan, ini sih Emaknya yang betah. Aduhh rasanya enak bangett deh, cuma karena udah mulai terik jadi kita udahan dan mampir dulu ke Kafe Barong cuma untuk beli minuman. Humaidah terus minta kasih makan ikan yang ada di Danau pinggir Kafe.

Pakan Ikan

Ketika mau keluar Taman Legenda, kami ditawarkan untuk nonton Teater Legenda Keong Emas (Gratis!) waaah mauu dong… itung-itung ngadem juga kan sebelum melanjutkan perjalanan. Dan ternyata ceritanya menarik lho! Di akhir film ada quotes yang menyentuh banget dari Alm. Ibu Tien Soeharto. Kereeen deeh….

Teater Legenda

Ohya, berikut ini adalah beberapa wahana yang gak kita mainkan di Taman Legenda (irit waktu dan biaya… hihi)

Selesai di Taman Legenda, kita mampir Istana Anak-anak, masuknya cuma Rp 10.000 tapi kami urungkan karena penuhhh dan kayaknya gak enak deh main disana panas terik begini. Alhamdulillah Humaidahnya ngerti diajak ngomong, tapi dia gak mau pulang. Kita harus ke Dunia Air Tawar. Humaidah sudah menyiapkan dua buku Ensiklopedia Bocah Muslimnya, jilid Ikan, Reptilia, & Amfibi dan jilid Burung & Serangga.

hum dan EBM serangga dan ikan

 

Tiket masuk Dunia Air Tawar @Rp 25.000 dan berlaku juga untuk masuk ke Dunia Serangga. Kami kira ikan yang dipamerkan hanya ikan gurame, patin, cere, lele, dll Haha… ini mah kitanya yang cetek pengetahuannya. Ternyata?? Subhanallah….

Dunia air tawar di TMII ini merupakan taman biota air tawar terbesar dan terlengkap ke dua di dunia serta terbesar di Asia, menyimpan 6.000 ekor 126 spesies, terdiri atas berbagai jenis, ukuran, asalnya baik dari berbagai perairan di Indonesia maupun belahan dunia lain, meliputi tanaman air, reptilian, crustacean, dan ikan. Taman Akuarium ini dilengkapi museum, perpustakaan, auditorium, akuarium Nusantara, Pojok Reptilia, Lorong Gurame, dan ruang karantina yang dibangun di bagian belakang untuk pengembangbiakan koleksi dan menampung hasil dari petani yang dapat diperjualbelikan kepada pengunjung, masyarakat umum, penampung ikan, dan eksportir. (sumber: website TMII)

Disini kita ketemu sama Salamander dan bayinya seperti yang ada di buku EBM Humaidah dan juga jenis ikan lainnya. Subhanallah.

Kita lanjut ke Dunia Serangga. Baru masuk kita udah kagum banget sama display serangga-serangga yang bagus banget. Selama ini Humaidah cuma lihat di buku Ensiklopedianya, tapi sekarang sudah melihat bentuk asli dari serangga-serangga yang beraneka ragam. Semua ciptaan Allah ya, Nak!

Saya sampaikan kepada Humaidah, bahwa ada lho orang yang Ahli Serangga, dia tahu benar dan hafal sama semua jenis serangga ini. “Ohya Mi?”, biasa deh begitu gaya jawabnya. Wkwkwk… Disini kita juga ketemu sama fossil Trilobita yang ada di EBM lho. Daaan yang paling menyenangkan mata adalah susunan peta kupu-kupu di Indonesia. Cantik!!! Subhanallah.

Demikianlah perjalanan pertama kami ke TMII (yaelah kayak kemana gitu yaa)… insyaAllah selanjutnya mau ke Istana Anak-anak, Museum Transportasi, PP Iptek, Planetarium, dll yang gak tahu akan habis dalam berapa kali kunjungan. Sehat selalu dan semangat mendampingi HumSchooling 🙂 Aamiin ya Rabbal Alaamiin…

It’s okay to be scared, but don’t let that fear overpower your mind and control you

Salam,

Vivi Nafisah

Advertisements

4 thoughts on “Stimulasi Minat & Bakat Anak di TMII

  1. Pingback: Setiap Anak Adalah Bintang | Anak Jempolan

  2. Assalamualaikum Mbak Vivi, anak bungsu saya nih kepengen banget ke TMII, belum kesampaian karena kemarin2 masih sibuk sekali, tapi insyaallah tahun ajaran baru ini sudah kami agendakan. Terima kasih sudah menulis di blog ttg TMII bermanfaat sekali 😉😉😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s