Pentingnya Merawat Gigi Anak Sejak Dini

Gambar dari sini

Gambar dari sini

Gigi adalah salah satu bagian tubuh manusia yang paling berharga dan harusnya sangat disayang-sayang. Bayangkan saja kalau tiba-tiba sakit gigi, aduh rasanya semua serba gak enak, ya kan? Saya termasuk orang yang sudah banyak kehilangan gigi. Sejak kecil sudah langganan ke dokter gigi dan entah kenapa banyak yang dicabut. Jadi, belum tua-tua banget saya udah kayak nenek-nenek. Kenapa ya? Mungkin karena saya banyak makan coklat dan permen dan malas sikat gigi waktu kecil.

Kondisi gigi saya yang seperti ini benar-benar menyadarkan saya untuk menjaga kesehatan gigi Humaidah. Untuk itu saya banyak bertanya kepada seorang teman yang berprofesi sebagai dokter gigi. Saya pun akhirnya menjadi salah satu pasien dokter cantik ini. Namanya Drg. Hodijah Alatas. Humaidah juga pernah kunjungan ke klinik miliknya di mampang, RHC Klinik. Ceritanya pernah saya posting disini.

Menurut dokter gigi lulusan Universitas Indonesia tahun 2006 ini, setelah gigi susu muncul orang tua sudah harus memulai membiasakan untuk membersihkan gigi anak.

Meskipun gigi susu adalah gigi sementara yang akan digantikan oleh gigi tetap, namun gigi susu tetap harus dijaga dengan baik. Karena gigi susu memiliki fungsi yang sama dengan gigi tetap seperti fungsi pengunyahan, esthetic / keindahan, fonetik (berbicara) dan satu fungsi yang  tidak kalah penting yaitu fungsi petunjuk arah bagi gigi tetap yang kelak  akan tumbuh.

Gigi bayi pertama kali muncul

Usia pertama kali tumbuh gigi susu akan bervariasi pada setiap anak. Biasanya  pertama kali tumbuh di usia 6 bulan. Namun ada juga pada beberapa bayi yang tumbuh lebih cepat yaitu di usia 4 atau 5 bulan bahkan ada juga (dimana sangat jarang terjadi) sudah tumbuh gigi pada saat bayi itu lahir.  Selain ada yang terlalu cepat tumbuhnya gigi susu, ada pula bayi yang sudah mencapai usia 1 tahun namun belum tumbuh gigi.  Dan baru tumbuh gigi di usia 13 bulan atau bahkan lebih.  Variasi yang terjadi ini merupakan variasi normal yg terjadi dipengaruhi beberapa faktor seperti nutrisi, hormonal dan genetik. Orang tua tidak perlu khawatir selama tidak ditemukan hal-hal mengkhawatirkan yang mengiringi pertumbuhan anak.
Cara mengajarkan anak menyikat gigi

Kita bisa memulai membiasakan menyikat gigi ini secara menyenangkan agar anak tidak takut atau enggan menyikat giginya di kemudian hari. Pilih sikat gigi yang sesuai dengan usia anak, yang berbulu lembut agar nyaman dan tidak sakit apabila terkena gusi dan pilih yang  warnanya mencolok yang sekiranya ia menyukainya.

Kita juga bisa mengajak anak menyikat gigi sambil bernyanyi atau menonton video kartun tentang menyikat gigi. Kalau Humaidah dulu saya ajak menonton video Elmo yang ini:

Pada awal pembelajaran menyikat ini, orang tua harus konsisten terhadap waktu penyikatan gigi. Di mana yang  terpenting adalah pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur. Sikatlah gigi anak pada seluruh permukaan giginya sehingga seluruh permukaan gigi bersih dari sisa makanan yang menempel.

Untuk pasta gigi pilihlah pasta gigi yang tidak mengandung  fluoride untuk gigi batita yang baru tumbuh, karena pada usia tersebut mereka masih suka menelan semua yang masuk ke dalam mulut termasuk pasta gigi. Tidak menggunakan pasta gigi pun dapat menjadi pilihan apabila anak tidak suka dengan rasa-rasa pada pasta gigi. Pada awal tumbuh gigi pembersihan secara mekanis (dengan sikat) sudah cukup karena selain fungsi pembersihan, kita juga menginginkan fungsi pembiasaan dalam menyikat gigi. Atau ketika gigi bayi baru muncul bisa hanya dengan menggunakan kassa steril yang dibasahi air dan melilitkannya di jari orang tua kemudian mengusap seluruh permukaan gigi bayi.

Selain pembersihan gigi, orang tua juga harus membiasakan memberikan makanan yang bergizi agar gigi yang sudah dan akan tumbuh menjadi sehat seperti makanan berserat (sayur dan buah), susu (sumber kalsium), dan air putih yg cukup.

Pengenalan ke dokter gigi bisa dilakukan sedini mungkin yaitu setelah tumbuhnya gigi susu. Hal ini dilakukan lebih untuk mengenalkan anak kepada dokter gigi, agar kelak mereka tidak takut untuk berobat ke dokter gigi. Kunjungan balita ke dokter gigi lebih ke arah memeriksa ada atau tidaknya masalah pada gigi susunya seperti gigi berlubang dan lain sebagainya. Pendekatan yang baik kepada anak oleh dokter gigi dapat menjadikan ia merasa nyaman ketika datang ke dokter gigi.

Frekuensi ke dokter gigi dapat mulai dirutinkan setelah seluruh gigi susunya tumbuh yaitu di usia 2 tahun. Kunjungan 6 bulan sekali  akan mencegah terjadi nya kerusakan gigi susu lanjut sehingga terhindar dari perawat an gigi yang kompleks yang mungkin bisa membuat si kecil trauma terhadap perawatan di dokter gigi.

Yang harus diperhatikan orang tua ketika gigi susu mulai tanggal

Ketika gigi susu mulai tanggal orang tua harus memberikan perhatian ekstra. Pengetahuan akan jumlah gigi susu dan gigi permanen bisa sangat  membantu orang tua dalam memperhatikan proses pergantian gigi ini. Perlu diketahui bahwa proses per gantian ini merupakan proses yang alamiah yang bisa terjadi dengan sendirinya. Proses alamiah ini terjadi dengan diawali dengan goyangnya gigi susu akibat akar gigi susu terdorong oleh gigi tetap yang semakin bergerak ke atas. Sehingga akar gigi susu semakin keropos dan mulai terjadi kegoyangan gigi susu. Kegoyangan ini akan terus berlanjut hingga tanggal. Namun tidak semua anak mengalami pergantian seperti itu. Ada kalanya pada beberapa anak yang gigi tetapnya sudah tumbuh namun gigi susunya masih berada di tempatnya. Untuk keadaan seperti ini tindakan pencabutan gigi susu harus segera dilakukan (di dokter gigi) agar gigi tetap bisa segera menempati posisi yang seharusnya.

Ohya, satu pertanyaan penting saya karena merasa memiliki gigi yang rapuh, “Apakah gigi orang tua yang rapuh akan menurun pada anaknya?”

Gigi rapuh bisa memiliki beberapa arti, yaitu:

Yang pertama, gigi yang mudah keropos (karies) hal ini diakibatkan karena beberapa factor seperti miskinnya oral hygiene (kebersihan mulut yang buruk) sehingga sisa makanan (plak) tidak terbersihkan dengan baik, banyaknya asupan makanan yang meningkatkan resiko gigi berlubang seperti makanan kaya karbohidrat (manis) dan kurangnya makanan yang memiliki fungsi pembersihan (kaya serat) seperti sayur,buah, dan air putih.

Yang kedua gigi rapuh karena :

  1. Hipoplasia email (lapisan terluar gigi tidak baik yaitu tipis atau kasar) hal ini disebabkan karena kurangnya mineral-mineral yang diperlukan untuk menyusun struktur gigi ketika tumbuh kembang, hal ini terjadi karena adanya gangguan pada saat pembentukan email
  2. Fluorosis, suatu kondisi di mana pemberian fluorida yang berlebihan pada masa anak-anak sehingga bukannya email menjadi kuat tetapi malah berbercak-bercak. Pada kondisi ringan, email berbercak-bercak putih keruh, namun pada kondisi parah akan tampak ceruk-ceruk pada gigi karena pembentukan email terganggu oleh overdosis fluorida.
  3. Penggunaan Tetrasiklin yang terus-menerus menyebabkan email gigi tidak terbentuk sempurna, dan permukaan gigi tidaklah halus dan rata. Gigi menjadi sulit dibersihkan, dan plak menempel dengan kuat sehingga gigi mudah berlubang.

Yang ketiga gigi rapuh karena keturunan yaitu :

  1. Amelogenesis imperfecat, suatu penyakit keturunan yang berakibat tidak sempurnanya pembentukan email. Pada keadaan ini, semua gigi, baik pada masa gigi susu maupun gigi tetap, mempunyai email yang tidak sempurna. Sekarang ini diketahui bahwa penyebabnya adalah karena kerusakan gen Amelogenin, yang berperan dalam pembentukan email
  2. Dentin dysplasia dan dentinogenesis imperfecta adalah suatu penyakit keturunan yang menyebabkan tidak sempurnanya dentin (dentin adalah struktur di bawah email gigi).

Dari ketiga definisi gigi rapuh tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kelainan gigi dua yang pertama tidak diturunkan dari orang tua ke anaknya, hanya definisi yang ketigalah yang diturunkan.  Jadi, gigi rapuh karena faktor keturunan ini harus dilindungi sedini mungkin untuk mencegah kerusakan gigi yang lebih lanjut.

Yuk, kita rawat kesehatan gigi anak-anak kita sedini mungkin. Agar kelak ketika dewasa ia tidak akan memiliki masalah gigi yang berarti dan pastinya akan percaya diri dengan gigi yang sehat ….

Vivi Nafisah

Thanks to Drg. Hodijah yang sudah menjadi narasumber pada postingan saya kali ini…

Advertisements

2 thoughts on “Pentingnya Merawat Gigi Anak Sejak Dini

  1. anak saya usia 2 tahun .alhmdlh gosok gigi sehari 2x.cuman waktunya pagi dan sore.nah,klo malam szah bgt ampe lgsg tidur klo dajak dosok gigi.nah hal seperti ini bgmna solusinya spy gigi anak saya terpelihara?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s