Anak Alergi Anak Sehat Kok!

Saya menulis ini lagi-lagi untuk diri sendiri. Pastinya juga bersyukur jika bermanfaat bagi teman-teman yang mengalami hal yang sama. Walaupun sudah dua tahun saya menjalani “diet allergen” untuk Humaidah, tapi seringkali saya “galau” lho! Seperti beberapa hari yang lalu, saya sampai menangis curhat sama suami. Akhirnya dipeluklah saya, makin kejer lah tangis saya. Kenapa? Ih bener deh, padahal sebelum-sebelumnya saya nyaman2 aja tuh masak untuk Humaidah. Eh, ini tiba-tiba jadi bingung mau masak apa, kasihan sama Humaidah, dan bla-bla-bla. Ga penting ya kan? Mungkin wajar, mungkin juga ngga. Tapi setelah curhat itu saya jadi lega dan semangat lagi. Apa yang suami saya katakan?

Anak kita itu anak sehat kok! Setiap anak memang unik. Inilah keunikan Humaidah. Kita seharusnya bersyukur anak kita jadi gak makan sembarangan di luar. Kita bisa menjamin makanan yang sehat dan tepat untuk dia. Kalau bingung mau masak apa, coba yuk kita bikin daftar menu sederhana untuk Humaidah. Untuk 1 minggu aja dulu.

Kira-kira begitulah intinya. Dan jadilah menu sederhana ini yang berhasil membuat saya move on lagi.

Menu Humaidah (part 1) Pasta bisa dgn Saus Carbonara (pakai santan)

Menu Humaidah (part 1)
Pasta bisa dgn Saus Carbonara (pakai santan)

Saya pun teringat sebuah kisah sang Ayah yang sangat menjaga apa-apa yang dimakan oleh si anak, dalam hal ke-halal-an dan ke-thoyib-annya. Saya lupa dari buku mana sumber cerita ini. Kisahnya begini, sang Ayah berkata kepada sang Ibu bahwa apa-apa yang ia berikan untuk si anak ia tahu asalnya jadi ia tidak mau si anak makan sembarangan. Sampai suatu ketika sang Ayah sedan pergi dan ada tetangga yang memberikan makanan pada si anak. Lalu sang Ayah pulang dan mengetahui anaknya memakan makanan dari orang lain, sang Ayah langsung meminta si anak memuntahkannya. Lebay? Menurut saya sih ngga, banyak hal yang dilakukan orang tua untuk melindungi anak dan dirinya. Untuk cerita ini, sang Ayah ingin melindungi keluarganya dari makanan yang ia tidak yakin ke-halal-an dan ke-thoyib-annya. Mungkin masih banyak para Ayah seperti itu di zaman ini, entah dimana.

Balik lagi ke kasus alergi yang anak kita alami, secara otomatis kita berusaha melindunginya dari zat-zat kimia berbahaya yang ramai diinfokan terkandung pada berbagai jenis jajanan anak. Kehalalannya? InsyaAllah kita pun menjaganya. Nutrisi yang tepat, cukup, dan dibutuhkan oleh anak kita pun pasti akan kita perhatikan. Lalu kenapa anak kita mengalami alergi makanan? Saya pernah menulisnya pada postingan ini : “Repot Punya Anak Alergi?”. Saya menyadari Humaidah alergi sangat telat! Menyesal sih banget-banget. Setiap manusia itu tempatnya salah dan ini adalah salah satu kesalahan terbesar buat saya. Padahal katanya kalau sejak anak masih bayi kita sudah aware, lalu melakukan “diet”, maka alergi pada anak akan segera hilang. Jadi buat teman-teman yang bayinya sudah dikatakan alergi, yuk pantang! Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Hmm.. ngomong sih gampang ya, toh saya sendiri waktu itu lalai kok. *hiks*

Dan kalau ngomong soal alergi, cuap-cuap dan cuma teori, tapi gak ngalamin langsung itu jauh lebih mudah. Gak pakai adegan stress, bingung, terutama ketika menghadapi si anak sakit karena alerginya kambuh. Banyak yang bilang sama saya, kalau anaknya juga alergi tapi ‘dihajar’ aja terus sama makanan itu, lama-lama kebal. Alhamdulillah ya kalau gitu. Tapi, kalau kasusnya seperti anak saya? Kambuhnya itu bikin gak tega lho! Dengar reaksi alerginya aja pasti udah bergidik.

Menurut dr. Herbowo Agung Soetomenggolo, SpA, dokter spesialis anaknya Humaidah di Hermina Jatinegara, ‘hajar terus makanan allergen’ itu seperti gambling. Mungkin bisa sembuh atau memperparah keadaan. Lanjutnya lagi, berdasarkan teori keseimbangan, anak yang alergi memang akan lebih sering sakit dibanding anak yang tidak alergi. Karena tubuhnya sudah sibuk melawan alergi, tapi hanya sakit yang ringan-ringan saja (seperti batuk/pilek) dan tidak mudah terkena sakit yang berat. Dokter Herbowo pun menyarankan kepada saya untuk melakukan food challenge, karena alergi Humaidah sudah tidak kambuh selama 7 bulan. Caranya adalah dengan memberikan satu porsi makanan yang paling rendah alerginya pada satu hari saja, lalu liat reaksinya dalam 3 hari. Jika tidak ada reaksi alergi maka jenis makanan itu sudah aman dikonsumsi. Tapi pastikan pada waktu food challenge, anak mencuci tangan dengan bersih dan lingkungan pun bersih sehingga tidak memudahkan kontaminasi bakteri lain (karena inilah yang terjadi ketika alerginya Humaidah kambuh lalu dirawat di RS). 

Saya masih cari waktu yang tepat untuk mencobanya. Kalau sudah nanti akan saya bagi ya ceritanya. Sekarang sih saya yakin pada sunnatullah. Ketika kita takut pada suatu hal, Allah akan memberi kita harapan. Setiap dokter ahli yang saya kunjungi berkata bahwa kasus alergi ini akan sembuh total di usia SD (7-8 tahun). Wow… lama? Ngga kok! (menenangkan diri). Selama ini kita bisa memastikan asupan makanan untuk anak kita sampai imunnya benar-benar kuat. Lagi pula selama kita “diet allergen” insyaAllah saya tahan tubuhnya pun sama kuat dengan anak-anak lainnya.

Alhamdulillah.

Dengan blog ini, saya terhubung dengan banyak ibu yang punya anak alergi. Alerginya pun macam-macam. Jadi kita tidak sendiri. Saya pun akhirnya berinisiatif untuk menyediakan Produk Orgran Australia, dengan maksud gak semata2 cari untung. Tujuan saya untuk stock sendiri saya beli dari importir resmi Indonesia, tapi karena harus belanja banyak, jadi sekalian deh saya tawarkan teman-teman.

Bubur Sagu Mutiara

Bubur Sagu Mutiara, Pisang Goreng

Saya sih gak kasih makan Humaidah pakai Orgran terus, hanya untuk kondisi-kondisi tertentu saja. Misalnya, ketika harus pergi pagi-pagi, saya lagi banyak kerjaan sampai tidak sempat menyiapkan sarapan atau cemilan untuk Humaidah. Kalau lagi santai, saya pakai bahan-bahan yang ada di pasar dan murah meriah, misalnya kentang, ubi, singkong, pisang uli, tepung beras, sagu, dan buah-buahan.

Semoga anak-anak kita akan tumbuh menjadi manusia sehat tidak hanya fisik tetapi juga hati dan imannya kepada Allah… Semangat yaa… Maaf jika ada kesalahan dalam postingan ini, mohon koreksi dan tambahannya yah 🙂

Cemilan untuk Anak dengan Alergi Makanan (Cemilan Humaidah Part 1)

Cemilan Humaidah (Part 2)

Cemilan Humaidah (Part 3)

Vivi Nafisah

Advertisements

4 thoughts on “Anak Alergi Anak Sehat Kok!

  1. Pingback: Cemilan Untuk Anak Alergi (part 4) | Anak Jempolan

  2. Pingback: Cemilan Anak Alergi | Anak Jempolan

  3. mb, ada pin bb ato no wa…maaf saya karna bukan penggunan twit n instagram…
    anak saya juga alergi mb, sama persis ky mb bingung klo harus pagi2 buru….
    saya pengen setoj beberapa produk orgran…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s