Growing Pain pada Balita, Harus Bagaimana?

girls-jumping-rope

Gambar dari sini

Pernahkah balita teman-teman menangis atau meringis ketika tidur di malam hari sambil mengatakan bahwa kakinya sakit? Seingat saya, dalam satu tahun belakangan, Humaidah mengalami ini sekitar 3 kali. Pertama, hanya meringis dan bilang, “Aduh, kaki Indah sakit”, lalu saya pijat-pijat betisnya dan ia kembali tertidur. Kedua, Humaidah meringis dan minta dipijitin, “Mi, kaki Indah sakit, pijitin dong!”, mungkin Humaidah ingat kalau sebelumnya ia mendapat treatment ini. Ketiga, ini sepertinya kejadian yang paling drama. Humaidah bangun di pagi hari dan kami punya rencana pergi jalan-jalan ke tempat main favoritnya, tapi ketika sarapan ia mengatakan kalau kakinya sakit dan tidak bisa bangun. Saya bantu bangun, dia tetap kesakitan. Akhirnya saya ajak ke kamarnya, tiba-tiba dia bisa manjat lemarinya sendiri. Karena sudah kesiangan dan ramai di pagi hari dengan rasa sakitnya serta kekhawatiran saya, kami putuskan untuk tidak jadi pergi. Eh, seharian dia main loncat-loncat di kasur bersama Abanya. Phuuff…

Siang tadi, ketika mampir ke halaman situs IDAI, saya menemukan artikel tentang Growing Pain. Mungkinkan ini yang dialami Humaidah ya? Saya sendiri tidak dapat memastikan karena memang belum konsultasi ke Dokter. Tapi, ternyata ada lho!

Apa itu Growing Pain?

Growing pain merupakan kasus yang cukup sering dikeluhkan oleh orangtua dan ditemukan dalam praktek dokter sehari-hari. Nyeri tungkai merupakan keluhan yang sering dirasakan oleh anak, bahkan bisa mengganggu waktu tidur sehingga menimbulkan kekhawatiran orangtua. Growing pain adalah rasa nyeri, keram, kadang seperti berdenyut yang dirasakan di tungkai bawah. Meskipun disebut growing pain, problem ini tidak berkaitan atau pun menganggu pertumbuhan. Kondisi ini berkaitan dengan ambang nyeri anak yang rendah dan pada beberapa kasus berkaitan dengan masalah psikologis.

Penyebabnya memang tidak diketahui secara pasti dan tidak terdapat bukti ilmiah bahwa growing pain menganggu proses pertumbuhan. Hal ini biasanya disebabkan oleh aktivitas fisik yang berlebihan dari otot-otot tungkai bawah seperti aktifitas berlari, memanjat, melompat yang menyebabkan nyeri pada otot, bukan sendi. Growing pain ini tidak terjadi setiap hari, nyeri ini hilang-timbul dan akan menghilang dengan sendirinya pada pagi hari.

Kebanyakan anak-anak merasakan sakit di bagian paha, betis, atau di belakang lutut – kalau Humaidah pada betis. Growing pain lebih banyak ditemukan pada usia prasekolah (usia 3 sampai 4 tahun) dan usia sekolah (usia 8 sampai 12 tahun), anak perempuan lebih banyak mengalami growing pain dibandingkan anak laki-laki.

Apa yang harus dilakukan jika anak mengalami Growing Pain?

Memang tidak ada terapi spesifik untuk growing pain, problem akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 1 sampai 2 tahun. Jika tidak menghilang secara menyeluruh dalam waktu 1 tahun , setidaknya keluhan akan dirasakan berkurang sehingga anak tidak lagi merasakan nyeri. Terapi yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri antara lain :

  1. Memijat otot-otot tungkai bawah yang nyeri.
  2. Kompres hangat di daerah yang nyeri, atau mandi air hangat sebelum tidur.
  3. Obat untuk mengurangi rasa nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol
  4. Latihan untuk relaksasi otot-otot pada siang hari untuk mencegah keluhan nyeri pada malam hari.

Kapan harus ke dokter ?

Lakukan konsultasi ke dokter jika kita merasa khawatir dengan keluhan nyeri tungkai pada anak, atau jika terdapat tanda-tanda :

  1. Nyeri yang menetap
  2. Nyeri menetap di pagi hari
  3. Nyeri menganggu aktivitas anak sehari-hari
  4. Nyeri dirasakan di daerah sendi
  5. Nyeri berkaitan dengan trauma seperti jatuh atau terbentur
  6. Nyeri disertai gejala lain seperti pembengkakan, kemerahan, demam, pincang, ruam merah, kehilangan selera makan, berat badan menurun, kelemahan atau kelelahan.

Sebagian besar dokter tidak melakukan pemeriksaan tambahan untuk membuat diagnosis growing pain. Pada beberapa kasus kemungkinan dokter akan melakukan pemeriksaan darah atau foto rontgen tulang jika memikirkan kemungkinan penyebab nyeri tungkai yang lain seperti peradangan sendi, TBC tulang, keganasan darah/tulang. Na’udzubillahmindzalik…

Semoga bermanfaat ya… dan anak-anak kita diberi kesehatan selalu … Aamiin …

Vivi Nafisah

References:

http://idai.or.id/public-articles/klinik/keluhan-anak/growing-pain-bahaya-atau-tidak-2.html

http://kidshealth.org/parent/general/aches/growing_pains.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s