Repot Punya Anak Alergi?

Terus Humaidah dikasih susu apa?

Serius gak dikasih susu?

Pengganti susunya apa?

Kasihan ya Humaidah!

(Sumber Foto: klik gambar)

Awalnya capek dengan pertanyaan-pertanyaan macam itu. Seringkali membuat saya deg-degan, sama halnya dengan menjawab soal-soal ujian, karena dengan menjawab itu sekaligus evaluasi apa sudah benar yang saya berikan kepada Humaidah selama ini? Sampai akhirnya saya merasa bersyukur dengan beragam pertanyaan, karena setelah itu saya akan terus memperbaiki setiap asupan bagi Humaidah.

Sumber: klik gambar

(Sumber Foto: klik gambar)

Humaidah, sejak hari-hari pertama kelahirannya 3 tahun yang lalu, sudah didiagnosa mengalami “alergi protein susu sapi dan segala macam turunannya”. Dokter mendengar suara grok-grok dari Humaidah dan ruam-ruam merah di pipi dan kulitnya. Sayalah yang harus “diet” saat itu karena Humaidah masih ASI Eksklusif. Beberapa orang yang mendengar tentang “diet” saya mengatakan “repot ya!”. Sampai mulai MPASI Humaidah saya menghindari makanan-makanan yang sekiranya mengandung allergen. Gejala-gejala alergi pun sudah menghilang, saya berhenti “diet”. Usia 1 tahun Humaidah saya berikan susu tambahan, UHT, padahal itu hal yang sama sekali TIDAK PERLU. Humaidah semakin addict dengan UHT, dalam satu hari dia menghabiskan lebih dari 4 kotak kecil susu UHT. Tidak ada ruam-ruam. Tapi setiap kali menangis dia akan langsung muntah. Humaidah mudah sekali muntah dan sering. Setelah habis berdus-dus UHT dalam waktu 2 atau 3 bulan (saya agak lupa), Humaidah berhenti minum susu. Saya menyesal terlambat menyadari bahwa muntah itu adalah reaksi alergi Humaidah.

Untuk makanan tidak ada “diet”, mungkin karena masih ASI jadi daya tahan tubuh Humaidah kuat sehingga tidak ada reaksi alergi. Humaidah ulang tahun ke 2, ASInya pun selesai. Saya tetap tidak memberinya susu. Saya mulai memberinya sereal (mengandung susu dan coklat) untuk beberapa kali masih aman, sampai Humaidah diare dan harus dirawat di RS karena dehidrasi ringan, tidak mau makan minum. Tidak ada bakteri spesifik sewaktu tes feses. Dokter pun tidak mengarah pada alergi karena usia Humaidah di atas 2 tahun. Saya masih memberikan sereal untuk Humaidah (tulalit kan?), enam bulan kemudian Humaidah mengalami diare yang dibarengi dengan lendir dan bercak darah di dalam pupnya. Tidak ada gejala klinis lainnya, Humaidah tidak terlihat sakit sama sekali. Tidak ada demam, tidak lemas, tapi Humaidah diduga mengalami disentri. Minumlah antibiotikselama 10 hari. Kenapa sampai 10 hari? Karena saya memberinya makan tanpa “diet allergen”. Alhamdulillah Humaidah sembuh setelah setiap hari diberi lacto B dan zinc. Saya mulai meyakinkan dokter bahwa ini alargi, tidak ada bakteri spesifik di tes fesesnya. Tapi dokter tidak mengiyakan, tes kultur dilakukan setelah Humaidah sembuh, hasilnya pun tidak masuk akal. Bakteri yang ada dibilang cukup ganas, saya googling, banyak gejala klinis bagi yang terkena bakteri itu. Humaidah tidak. Saya sempat kesal dan ingin protes, dokter juga kaget dengan hasil kultur yang tidak murah itu, disimpulkan bahwa hasil laboratorium terkontaminasi. Cukup sudah.

Saya putuskan untuk menerapkan “diet” pada Humaidah. Sayangnya Humaidah susah sekali makan buah sayur, dia senang sekali ayam goreng. Lagi-lagi 3 bulan kemudian Humaidah pup berlendir sekaligus bercak darah. Dokter lain mengatakan “disentri berulang”. Apa??? Segitu joroknya kah saya?? Semua urusan Humaidah saya yang pegang. Tes feses, tidak ada bakteri spesifik. Akhirnya Humaidah dirujuk ke Dokter Ahli Pencernaan Anak, Dokter Aswitha. Saya ceritakan kronologisnya, dia liat semua hasil feses Humaidah, dia yakin kalau anak ini ALERGI!. “She’s well baby, kok”. Setelah Humaidah mendengar semua penjelasan ibu dokter, Alhamdulillah dia jadi penyantap sayur buah. Lalu apa saja pantangan Humaidah? Susu dan produk susu sapi itu pasti, coklat, telur, mentega, ayam boiler (jadi harus ayam kampung), seafood, dan beberapa kacang2an. Tapi semua bisa dicoba satu persatu nanti setelah usianya 5 tahun.

Sementara, hanya ini cemilan kemasan Humaidah

Sementara, hanya ini cemilan kemasan Humaidah (Sumber Foto: klik gambar)

Apa itu alergi ?

Alergi merupakan suatu reaksi menyimpang dari mekanisme pertahanan tubuh terhadap zat/bahan yang secara normal tidak berbahaya bagi tubuh, dan melibatkan sistem kekebalan tubuh terutama antibodi imunoglobulin E (IgE). Untuk mengetahui kemungkinan adanya reaksi alergi di dalam tubuh seseorang dapat dilakukan dengan pemeriksaan kadar IgE di dalam darah. Seseorang dengan kadar IgE yang berada pada ambang batas tinggi akan memiliki kecenderungan mudah mengalami reaksi alergi.

Apa penyebab Alergi?

Alergi terjadi karena pengaruh faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup tidak sehat. Para ahli menyebut alergi sebagai gangguan imunitas tubuh akibat kelainan genetika.

Bagaimana gejalanya ?

  • Mata merah, bengkak, dan berair
  • Hidung mengeluarkan banyak lendir dan bersin saluran napas berlendir, batuk, sesak napas, napas berbunyi (seperti asma)
  • Lambung / usus halus menjadi lebih aktif, sehingga menyebabkan diare dan gangguan pencernaan lainnya
  • Persendian terasa sakit, kemerahan, dan bengkak
  • Kulit menjadi berbercak merah / timbul biduran disertai dengan rasa gatal

(sumber: dari sini)

Jadi yang terjadi pada Humaidah intinya (setelah penjelasan panjang dari ibu dokter) adalah alergi yang menyerang pencernaannya, ada sedikit luka di ususnya karena itu pupnya berlendir dan bercak darah. Jika tidak melakukan “diet” maka luka itu bisa memanjang. Naudzubillah min dzalika yaa Allah 🙂

Saya juga pernah membaca kalau alergi itu berkaitan dengan system imun, jadi kalau tidak dihindari makan bisa merusak organ tubuh penting (nanti saya update setelah dapat linknya).

Your immune system is a complex network of cells, tissues, and organs that work together to defend against germs. It helps your body to recognize these “foreign” invaders. Then its job is to keep them out, or if it can’t, to find and destroy them.

If your immune system cannot do its job, the results can be serious. Disorders of the immune system include

  • Allergy and asthma – immune responses to substances that are usually not harmful
  • Immune deficiency diseases – disorders in which the immune system is missing one or more of its parts
  • Autoimmune diseases – diseases causing your immune system to attack your own body’s cells and tissues by mistake

Source: National Institute of Allergy and Infectious Disease

Orang sehat yang dibiarkan alerginya maka bisa sakit. Alergi juga biasanya didapat secara genetic. Kebetulan Aba dan Uminya Humaidah juga alergi.

aluralergi

(Sumber Foto: klik gambar)

Saya menulis ini berharap tidak ada yang mengulangi kebodohan saya. Jangan anggap remeh masalah alergi pada anak. Capek? Kasian? Bingung? Itu pasti. Tapi saya selalu menguatkan diri saya bahwa ini adalah untuk kebaikan Humaidah. Bersyukur Humaidah jadi tidak makan dan jajan sembarangan. Walaupun saya harus terus memasak. Bagi saya yang pemalas, orang yang memasak sering gosong, sulit membedakan mana jahe, laos, dan kencur ini merupakan perjuangan…

Saya juga sedang menghilangkan pikiran-pikiran negatif, bagaimana anak saya tumbuh tanpa minum susu? Saya takut Humaidah tidak bisa berkembang seperti teman-teman lainnya yang minum susu? Caranya? Yakin, bahwa Allah itu Maha Adil, bagaimana dengan mereka yang tidak mampu membelikan susu untuk anak-anaknya, apakah anak-anak itu tidak bisa menjadi anak hebat nantinya? Sayuran ciptaan Allah pun mengandung kalsium tinggi (pokcoy, kembang kol, brokoli, dll). Dan ada isu juga bahwa susu sapi terkadang tidak baik bagi manusia.

Favorit Humaidah

Favorit Humaidah (Sumber Foto: klik gambar)

Ketika Humaidah melihat teman-teman lainnya makan bersama, Humaidah membawa bekal sendiri. Ketika jalan-jalan sama Aba-Umi, kami usahakan tidak makan di luar. Ketika ada acara keluarga, Humaidah melihat banyak kue dan minta ini-itu, saya harus menasehatinya, tidak hanya agar ia mengerti tapi juga agar dia tidak kecewa dan marah.

Masih sulit. Tapi saya harus, saya harus mengontrol diri, perasaan, dan pikiran saya agar Humaidah juga tidak merasa berbeda. Kudapannya bukan roti, keju, coklat, atau sejenisnya. Kudapanya selain buah adalah kue-kue jajanan pasar tanpa bahan allergen buatan Uminya. Eskrimnya terbuat dari jus buah. Susunya adalah susu kelapa alias coconut milk (santan).

Jajanan Pasar

Jajanan Pasar (Sumber Foto: klik gambar)

Kalau dibilang repot atau capek punya anak alergi ternyata gak juga tuh, karena lebih banyak positifnya menurut saya. Dari segi ekonomis juga, kudapan yang saya buat untuk Humaidah modalnya cuma sekian ribu rupiah saja. Walaupun usaha yang dibutuhkan lebih besar.

Saya coba berbagai cara agar ini menjadi masa yang menyenangkan, salah satunya dengan mengajak Humaidah ikut membuat kudapannya. Dengan makanan sehat semoga bisa meningkatkan system imun Humaidah sehingga semakin bertambahnya usia Humaidah, sudah tidak ada alergi lagi tapi tetap harus memilih makanan yang sehat ya Nak!

Semoga anak-anak kita sehat selalu, lahir dan batin 🙂

Semangat!

Cemilan untuk Anak dengan Alergi Makanan (Cemilan Humaidah Part 1)

Cemilan Humaidah (Part 2)

Cemilan Humaidah (Part 3)

Advertisements

16 thoughts on “Repot Punya Anak Alergi?

  1. Assalamualaikum… bahagia sekali bisa membaca artikel yg di tulis. Anak saya 20bln juga kena alergi. Utk memastikan alergi apa aj, inshaAllah selasa ini mau tes alergi. Saya bingung hampir semua buah dia pasti batuk. Maem nya cuma itu itu saja sampai badannya kurus. Share terus ya bunda resep camilan nya buat anak alergi. Terima kasih, wassalam..

    • Waalaikumsalam mba.. terimakasih ya sudah mampir… sabar ya mba.. semoga alerginya lekas hilang… insyaAllah ada byk alternatif makanannya mba… emang kitanya perlu coba2 resep juga mba… semoga diberi kemudahan dan kesehatan selalu ya mba..

  2. Pingback: Cemilan Untuk Anak Alergi (part 4) | Anak Jempolan

  3. Pingback: Cemilan Anak Alergi | Anak Jempolan

  4. Hai mbak vivi, nemu blog mbak, serasa nemu teman seperjuangan hehehehe, anakq umur 9m, aleri lumayan parah, sekarang anakku full vegie sampek umur 1Y, apa yang di tulis mbak vivi, bener banget, ak juga bodoh, di awal2 mpasi ga menyadari kalo anakq ada bakat alergi, sampek kmrn bab keluar lendir darah, jika diteruskan malah akan merusak organ pencernaannya 😩

  5. Pingback: Anak Alergi Anak Sehat Kok! | Anak Jempolan

  6. Anak aku jg alergi,,kl alergi mulai dri bintik2 merah dan batuk smpe sesak nafas dan di rawat di rs,,bingung dg cemilan,,alhamdulillah ktmu mbak vivi,,sering2 share resep nya ya mbak,,trimakasih..

  7. Dear Ummi Humaidah, salam kenal…pasti sekarang sudah mahir ya membuat kudapan untuk Humaidah. 🙂 Kebetulan saya mengalami hal yang sama dan senang sekali bisa menemukan web yang cantik ini. Be sure, mengurus anak alergi itu sama sekali tidak sulit, hanya kita tidak biasa hidup dengan segala kealamian dan ketradisionalan makanan yang kita makan selama ini.

  8. Salam kenal Mbak Vivi 🙂
    Makanan yang dibuat sendiri, oleh ibu sendiri bakalan penuh dengan harapan dan doa disitu, apalagi yang dibuat makanan sehat. Jadi tetap semangat berkreasi membuat sendiri kudapan untuk Humaidah ya 😉

  9. Viiii u re super mom. Blm tentu gw bisa survive kayak gitu. Sehat trs ya hum.. sabrina aja yg gk alergi gw kadang seling makanan sehat plus makanan instan. Semoga gk berpengaruh buruk yaaa.. masih mencoba jd ibu yg baik buat sabrina.. pelan pelan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s