Batasan Gadget Sebagai Pendamping Balita

Syukurlah… Terimakasih @RumahMainCikal dan ibu @tarisandjojo ( seorang psikolog dan juga GM Akademik dari @SekolahCikal dan @RumahMainCikal )yang sudah memberikan obrolan di twitter tentang NANNY atau GADGET atau GADGET yang dijadiin NANNY.

Kebetulan saya juga lagi cukup dilemma sama masalah ini, karena saya dan suami banyak bekerja di rumah dengan gadget dan tanpa ART.

Langsung aja kita simak yuk .. Semoga bermanfaat 🙂gadget3

Hai 🙂 Sudah siap ngobrol nih… tentang Gadget/Nanny/Gadget for Nanny ya…

Nah pertanyaannya, boleh nggak sih anak2 di kasih main gadget?

Saya juga pasti akan sumringah kalau dapat gadget baru. Apalagi anak2 ya, yg cenderung eksploratif terhadap gadget/alat elektronik lain. Sebelum kasih gadget pd anak,tanyakan dulu pada diri sendiri:

Apa tujuannya? Untuk ajari konsep2 baru, mis: warna&bentuk kah? Atau utk bikin anak sibuk sendiri sementara waktu? Atau utk ajarkan anak membaca? Penting review tujuannya, supaya bisa siapkan anak.

Dan pasti dong, aplikasi2 itu dibuat untuk belajar. Dari usia berapa sih anak boleh dikasih gadget?

Iya, apps sangat banyak & menggoda kita utk belikan buat anak. Balik lagi ke tujuan awal deh. Kalo utk belajar, semua media sah2 saja kok. Kuncinya adalah lamanya waktu yg dihabiskan anak atau yg ortu berikan utk memainkan apps di gadget tsb. Orang dewasa saja bisa kebablasan.

Masalahnya kalau di kasih gadgetnya terus nanti lama-lama anaknya jadi nyandu deh!

Banget! Orang dewasa aja nyandu, apalagi anak2 🙂 Jadi memang penting utk mendampingi atau membatasi waktunya. Ga gampang sih….

Terus akhirnya jadiin gadget sebagai ‘senjata’nya. contoh: nggak mau makan, kalau nggak sambil main games di gadget.

Ada studi dr Kaiser (2009) bahwa anak2 bisa menghabiskan waktu ‘screen-time’ sebanyak 5-7,5 jam sehari lho. Itu thn 2009,gimana sekarang? Padahal, waktu yg dianjurkan paling lama adalah 2 jam, itu juga utk anak2 10 tahun. Apalagi untuk balita ya…

Waduh terus gimana dong! Sekarang gadget itu udah jadi penggantinya nanny (pengasuh) anak?

Sedih ya.Padahal kalo tau dampaknya pd anak,mungkin kita bisa lebih bijak dalam mlepaskan anak begitu saja pada gadget. Memang jadi ga rewel sih

Makanya disebut GADGET yang dijadiin NANNY. Soalnya dengan gagdet semuanya jadi gampang, anak senang, ortu nggak ribet?

Anak ga rewel, orangtua bisa lebih banyak waktu utk ‘me time’, nanny juga jadi seneng karena gampang suapin anak. Ngerti banget kok perasaan orangtua. Padahal menurut studi, bagian otak (frontal lobe) berubah dgn banyaknya eksposur dini pada teknologi yg mempengaruhi agresivitas, kemampuan menahan impuls, mudah beralih perhatian, tidak sabar terhadap proses, bahkan bisa menyebabkan attention deficit disorder. Memang anak jada ga rewel, jadi lebih tenang tapi interaksi dgn org lain, kontak mata, dan dialog itu lebih penting lho 🙂

Boleh tanya, keponakanku liat ipad u/ video (youtube)kreasi playdoh,lalu dia praktekkan berbahayakah?

Wah, itu contoh positif yg bagus 🙂 Kesimbangan antara virtual life dan real life ttg t’jaga, manfaatnya jelas. Jadi inget, gadget disini ga cuma apps di tablet ya. Tp jg termasuk TV nih.

Kalau anaknya gak main gadget ortunya jg dong,kl gak ortunya jg gak nengok kl diajak ngomong sama anak ;p

Setuju! One hour a day, one day a week, or one week a year, pokoknya harus luangkan waktu dimana semua gadget off ya.

Ciri2 anak yang sudah mulai kecanduan sama gadget tuh gimana sih?

Anak2 yg kecanduan gadget biasanya ga bisa menemukan keseruan dalam kegiatan lain.Tapi ini bukan murni kesalahannya, kan yg ngasih ortunya. Kalo ga mau anak kcanduan, batasi penggunaannya. Jangan pilih apps yg melulu games. Ajak anak lakukan kgiatan bermain yg lebih seru. Anak akan bisa merasakan lebih serunya lari2 di halaman, main bola, masak2an, menggambar sama mama, bikin playdoh, dll. Daripada menatap screen. Kuncinya memang waktu dan ortu juga menjadi role model dengan ‘melepaskan’ diri dari gadget saat bersama anak. Anak kan belajar dari kita 🙂

Kalau sudah terlanjur si gadget jadi nannynya anak2 (baca: kecanduan), gimana cara buat berhentiinnya?

  1. Berikan kegiatn  alternatif lain, dimana orang tau juga off dari gadget. Ga ada yg mengalahkan keseruan interaksi manusia kok.
  2. Pelan2 batasi waktu, karena segala sesuatu yg berlebihan, pasti dampaknya tidak baik.
  3. Jangan beri gadget khusus utk anak, tetapi berbagi, jadi anak juga belajar bergantian, pakai alarm kalo perlu 🙂
  4. Seleksi apps-nya, toh anak (apalagi balita) tidak beli apps sendiri, kan lebih baik beli apps utk musik dan e-book daripada utk games 🙂
  5. Penggunaan gadget jangan jadi reward atau hukuman

Wuiiiiihhhh seru banget sih topik malam ini! sampai tidak terasa sudah mau jam setengah sebelas. Terima kasih ibu @tarisandjojo

Sama2 🙂 Mari jadi role model yg baik utk anak2 kita. Singkirkan gadget saat bersama anak, supaya anak juga ga kecanduan 🙂

Satu lagi nih ada pertanyaan, kalau papanya yang lebih nyandu gadget dari pada anaknya, gimana?

Kalo orang dewas yg kecanduan, mungkin taktiknya berbeda 🙂 Tapo demi anak, ayah pasti mau berkompromi. Paling tidak, sepakati tempat dimana ayah bisa heboh dgn gadgetnya, selama tidak di depan anak. Atau sepakati waktu Jadi ayah boleh saja sibuk dgn gadget, asal tidak saat quality time dgn si kecil 🙂

Ohya, ada info ini juga dari www.24hourparenting.com tentang Kesepakatan Pemakaian Gadget

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s